Satgas Yonif 711/Raksatama Borong Hasil Bumi Pedagang di Pasar Tradisional Distrik Aradide

    Satgas Yonif 711/Raksatama Borong Hasil Bumi Pedagang di Pasar Tradisional Distrik Aradide

    Paniai, - Dalam upaya membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah penugasan, personel Satgas Yonif 711/Raksatama memborong hasil bumi milik para pedagang di Pasar Tradisional Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Selasa (17/2/2026).

     

    Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi perekonomian masyarakat setempat. Para prajurit membeli berbagai komoditas hasil bumi seperti sayur-mayur, umbi-umbian, buah-buahan, hingga hasil kebun lainnya yang dijual oleh mama-mama Papua di pasar tradisional.

     

    Danpos Komopa, Kapten Inf Made Susilo, mengatakan jika kegiatan itu merupakan bagian dari program pembinaan teritorial untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

     

    Selain menjaga keamanan wilayah, Satgas juga berkomitmen membantu kesulitan rakyat di daerah penugasan.

     

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan semangat dan dukungan nyata kepada para pedagang kecil agar roda perekonomian tetap berjalan. Kehadiran kami di Distrik Aradide bukan hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga untuk menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat, ” ujarnya.

     

    Para pedagang mengaku merasa senang dan terbantu dengan aksi borong hasil bumi tersebut. Menurut salah satu pedagang, dagangan mereka biasanya tidak selalu habis terjual karena keterbatasan pembeli. Dengan adanya pembelian dalam jumlah besar oleh Satgas, pendapatan mereka meningkat dan kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. (*)

    Riansyah

    Riansyah

    Artikel Sebelumnya

    Wujudkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Satgas...

    Artikel Berikutnya

    Wujudkan Masyarakat Sehat, Satgas Yonif...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Dukung PP TUNAS, Kemenag Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri
    Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pasok Senpi Ilegal ke KKB Papua
    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan

    Ikuti Kami