Marinir TNI AL Dongkrak Ekonomi Petani Papua Tengah Lewat Program Borong Tani

    Marinir TNI AL Dongkrak Ekonomi Petani Papua Tengah Lewat Program Borong Tani
    Prajurit Satgas Yonif 4 Marinir TNI Angkatan Laut menggulirkan program pembelian langsung hasil pertanian warga di Distrik Obano, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (27/2/2026).

    PAINAI - Di tengah keindahan pegunungan Papua Tengah, prajurit TNI Angkatan Laut dari Batalyon Infanteri 4 Marinir (Yonif 4 Marinir) pada Jumat (27/2/2026) merajut harapan bagi para petani di Distrik Obano, Kabupaten Paniai. Melalui program inovatif bertajuk “Rosita Candraca”, yang berarti borong hasil tani, mereka tak hanya membeli sayuran dan buah-buahan segar, tetapi juga menyuntikkan semangat baru ke dalam denyut ekonomi masyarakat pedalaman.

    Program ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa. Ini adalah langkah strategis untuk memutus mata rantai distribusi yang selama ini kerap membuat petani kecil merugi. Dengan membeli langsung dari tangan petani, tanpa perantara, kepastian harga dan pembayaran tunai menjadi jaminan yang sangat berarti, memungkinkan para petani mendapatkan margin keuntungan yang lebih layak. Sebuah kelegaan yang terasa nyata bagi mereka yang berjuang di lahan yang jauh dari hiruk pikuk pasar.

    Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari pembinaan teritorial yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia melihat potensi besar di tanah Papua, dan ingin memastikan potensi itu dihargai dengan adil.

    “Rosita Candraca bukan sekadar kegiatan borong hasil tani, tetapi wujud nyata kepedulian kami terhadap perekonomian warga. Kami ingin memastikan para petani mendapatkan nilai jual yang adil dan termotivasi untuk terus mengembangkan potensi pertanian lokal, ” ujar Surya Affandy.

    Beliau menambahkan, kehadiran Satgas di wilayah penugasan ini lebih dari sekadar menjaga garis batas negara. Ini adalah tentang membangun, memberdayakan, dan menjalin kebersamaan. Mereka hadir untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

    Distrik Obano, dengan medan pegunungannya yang menantang, memang memiliki tantangan tersendiri dalam hal distribusi hasil pertanian. Akses transportasi yang terbatas seringkali membuat petani terpaksa menggantungkan nasib pada tengkulak, dengan harga yang naik turun tak menentu. Kehadiran program “Rosita Candraca” ini diharapkan menjadi katalisator ekonomi, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.

    Seorang petani, dengan senyum yang merekah, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia bercerita tentang betapa seringnya harga hasil panennya anjlok ketika dijual melalui tengkulak. Kini, dengan adanya pembelian langsung dari prajurit Marinir, semangat berkebunnya tumbuh semakin membara.

    “Kalau dijual lewat tengkulak, harganya sering turun. Dengan adanya bapak-bapak Marinir yang beli langsung, kami lebih semangat berkebun, ” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar peningkatan pendapatan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat. Interaksi yang terjalin kini menjadi fondasi kuat untuk sinergi jangka panjang, menjadikan TNI dan warga sebagai mitra sejati dalam pembangunan Papua Tengah. Dengan pendekatan yang humanis dan pemberdayaan ekonomi, Satgas Yonif 4 Marinir membuktikan bahwa tugas pengamanan wilayah dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah penugasan.

    (Wartamiliter)

    tnial marinir papuatengah obano satgaspamtas ekonomikerakyatan
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 711/Raksatama Dongkrak Warga...

    Artikel Berikutnya

    Marinir Paniai Borong Hasil Tani, Gerakkan...

    Berita terkait