ROSITA Marinir di Paniai: Borong Hasil Tani Mama Papua, TNI AL Dongkrak Ekonomi dari Kampung

    ROSITA Marinir di Paniai: Borong Hasil Tani Mama Papua, TNI AL Dongkrak Ekonomi dari Kampung
    (Foto Dok): Prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile 2025 dari Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir memborong hasil tani warga, khususnya para “mama-mama” Papua, Jum'at (27/3/2026).

    PAINAI - Kehadiran prajurit TNI Angkatan Laut di wilayah penugasan tak hanya soal pengamanan perbatasan. Di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile 2025 dari Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir menghadirkan langkah nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat: memborong hasil tani warga, khususnya para “mama-mama” Papua.

    Program bertajuk ROSITA (Borong Hasil Tani) ini dijalankan di sejumlah kampung di Distrik Obano, Jumat (27/03/2026). Para prajurit turun langsung ke kebun warga, membeli hasil pertanian seperti kangkung, bayam, tomat, hingga cabai tanpa melalui perantara.

    Langkah ini dinilai efektif memangkas rantai distribusi yang selama ini kerap merugikan petani kecil. Dengan pembelian langsung, warga mendapatkan harga yang lebih layak sekaligus kepastian pasar.

    Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa program ROSITA merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk hadir memberi dampak nyata di tengah masyarakat.

    “Program ROSITA bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk keberpihakan kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan hasil kerja keras mama-mama Papua dihargai dengan layak dan dapat langsung dirasakan manfaatnya, ” ujar Surya dalam keterangan resmi Dispen Kormar.

    Di tengah hamparan hijau Paniai, interaksi antara prajurit dan warga berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak hanya transaksi ekonomi, program ini juga menjadi ruang membangun kepercayaan dan kedekatan antara TNI dan masyarakat setempat.

    Loise (45), salah satu mama Papua di Distrik Obano mengaku terbantu dengan kehadiran program ini.

    “Biasanya kami harus tunggu pembeli atau jual murah ke tengkulak. Sekarang bapak-bapak TNI datang langsung beli di kebun, kami sangat senang, ” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar menjaga wilayah perbatasan, kehadiran Satgas Yonif 4 Marinir melalui program ROSITA menunjukkan peran aktif TNI dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Pendekatan humanis yang konsisten dijalankan menjadi bukti bahwa pengabdian di Papua tidak hanya soal keamanan, tetapi juga tentang membangun harapan dan kemandirian ekonomi dari kampung.  (PERS)

    rositamarinir tniuntukrakyat papuatengah paniaibangkit ekonomikerakyatan mamapapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Marinir Borong Hasil Tani Komopa, Dongkrak...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran
    Panglima TNI Tinjau Kecanggihan KRI Prabu Siliwangi-321 Yang Tiba dari Italia
    Polda Metro Jaya Dalami Kasus Richard Lee, Periksa Istri Tersangka sebagai Saksi

    Ikuti Kami