PAINAI - Komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Papua kembali ditunjukkan melalui Program Borong Hasil Tani (Rosita) yang dijalankan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG 2025 Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir. Program ini secara nyata membantu meningkatkan pendapatan petani lokal di Distrik Pasir Putih, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (30/03/2026).
Melalui program tersebut, prajurit Marinir secara langsung membeli hasil pertanian warga tanpa perantara. Berbagai komoditas seperti kangkung, bayam, tomat, cabai, hingga sayuran segar lainnya diborong langsung dari tangan petani setempat.
Langkah ini tidak hanya mempermudah distribusi hasil panen, tetapi juga memastikan petani mendapatkan harga yang layak tanpa harus menempuh jarak jauh ke pasar.

“Program Prajurit Marinir ini sangat membantu kami. Tidak perlu jauh-jauh ke pasar, sayuran kami langsung dibeli oleh Bapak-Bapak TNI dengan harga yang pantas, ” ujar Mama Yohana, salah satu petani sayur di Distrik Pasir Putih.
Program Rosita yang dijalankan secara konsisten ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI tidak hanya dalam menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat di daerah penugasan.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pemenuhan kebutuhan logistik prajurit di lapangan.
“Dengan membeli hasil tani langsung dari mama-mama masyarakat Distrik Pasir Putih, kami membantu meningkatkan pendapatan mereka sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi prajurit, ” ujarnya.
Program Rosita menjadi salah satu pendekatan humanis TNI dalam membangun kedekatan dengan masyarakat Papua, sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan di wilayah perbatasan.
(PERS)

Updates.